Katarsis Emosi Posistif Bernama Family Gathering

Yang punya acara sebetulnya anak-anak kita, SD 1 Eyes-Ears, tapi sejatinya, sebagai orang tua, saya sungguh menikmatinya. Jangan tanya pada antusiasme anak-anak kita. Saya pikir, SAI adalah sedikit sekolah yang  punya magnet semacam itu. Sejak pagi buta, pukul 03.30 kira-kira, anak saya Mumtaz, begitu terbangun dari tidurnya, sudah langsung bertanya, “Kita jadi family gathering, kan?”. Saat saya tiba di sekolah dan berbincang dengan sejumlah orang tua, mereka mengaku mengalami hal yang sama. Anak-anak, ada yang bahkan sudah menyiapkan sendiri perlengkapannya, bahkan ada yang ‘menggebah’ orang tuanya untuk berangkat pagi itu juga. Meski hujan mengguyur konstan sejak pukul 2 malam harinya, dan gemericiknya masih lebat terasa saat pukul 8 pagi tiba, toh sebagian besar peserta sudah berkumpul di masjid sekolah.

Tanpa banyak basa basi, beragam acara digelontorkan, dan membuat anak dan orang tua, larut dalam kegembiraan. Saat tergeletak kecapean di play ground yang dipenuhi air hujan dan menjadi ajang pemburuan lele itulah, saya merasa ada luapan emosi yang tersalur dengan positif sejak awal acara dimulai: menara air, api PON, sampai berburu lele yang membuat semua orang ‘lupa diri dan gila lele’ itu. Hebat, pikir saya senang. Badan boleh capek, tapi hati terasa plong. Alhamdulillah.

Semoga efek positifnya terus terasa sampai waktu yang cukup lama. Sekali lagi, saya ingin memberi apresiasi yang tulus pada semua pihak yang membuat acara ini menjadi begitu menawan (dk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: