Memupuk Kebersamaan, Memperluas Cakrawala

Senang bercampur haru meliputi perasaan kami menjelang hari dilaksanakannya teachers workshop: IPS Fun Contextual Learning. Workshop ini adalah proyek guru baru. Yap, itu artinya adalah kami: Ms. Eha, Ms. Debbie dan Ms. Obi. Mengapa kami katakan senang bercampur haru? Karena banyak hal yang kami dapat sebagai pembelajaran dan nilai-nilai kehidupan sejak dari persiapan hingga penutupan kegiatan ini.

Persiapan dimulai sejak bulan November 2011. Kami berusaha bertemu dan berdiskusi langsung dengan sang calon narasumber, Bunda Anggerina Nurtriana, S.Pd atau lebih dikenal dipanggil Bunda Nina, konsultan pendidikan Yayasan Islamic Centre Iqra Pondok Gede Jakarta Timur.

Hujan deras menemani perjalanan kami di bulan Desember 2011 menuju rumah Bunda Nina. Bu Eha sampai ganti baju 2 kali, karena terkena siraman air dari kubangan penuh yang terlindas mobil dengan kecepatan tinggi.  Ketika tiba, kami disambut dengan penuh kehangatan.

Pekan terakhir menjelang hari H, kami mendapat kabar bahwa dana workshop yang tercantum dalam proposal disetujui 100% oleh LAZ SAI.. Selain itu, kami juga mendapat support konsumsi penuh dari Direktur Pengembangan dan Sosial,  Bu Esti Suhesti. Tak ketinggalan, Pak Romy pun sigap membantu dengan menyiapkan spanduk. Subhanallah, Alhamdulilah.

Pekan itu kami isi dengan persiapan detail. Ada lagi satu pengalaman yang berkesan. Waktu  kami  berbelanja batu bata di kasawan Depok untuk kebutuhan workshop, penjualnya sudah mau tutup karena kami datang terlalu sore. Kami bernegosiasi untuk tetap bisa membeli. Akhirnya penjual itu memperbolehkan. Ketika ditanya mau beli berapa, kami menjawab bahwa kami hanya butuh 10 batu bata. Sang penjual kaget dan menanyakan untuk apa beli 10 batu bata. Kami memberi penjelasan bahwa batu bata tersebut untuk perlengkapan pelatihan di sekolah, bukan untuk membangun. Barulah si penjual mengerti.

Satu hari menjelang hari H, hujan turun dengan deras. Kami sedang mempersiapkan tenda dan peralatan lainnya. Tak disangka-sangka banyak sekali teman yang membantu. Ada Pak Alif, Pak Susilo, Pak Fauzi, Pak Fajar, Pak Adi, Pak Ichwan, Pak Sofyan, Mang Sidik yang berbasah-basah kehujanan, membantu kami mendirikan tenda. Pak Fajar dan Mang Sidik memanjat dinding masjid untuk bisa memasang spanduk dengan rapi tanpa merusak dinding masjid dengan paku.

Jreng…jreng…jreng, tibalah hari H, Sabtu, 18 Februari 2012. Kami mengangkut perlengkapan yang masih berada di rumah Bu Eha dengan dibantu oleh bundanya. Kami tiba di SAI sekitar jam 06.15. Sekitar jam 07. 30, Pak Susilo, Pak Alif, Pak Taufik, Pak Fauzi datang lebih awal untuk  membantu. Ada yang mengangkut peralatan workshop. Bu Evi dan Bu Aisyah membantu di bagian konsumsi. Pak Taufik bertugas di bagian dokumentasi. Pak Fajar membaca tilawah, dan Pak Alif menjadi MC di sesi kedua. Bu Dita, Pak Nunu, Bu Tia meminjamkan kelas KB untuk penyimpanan peralatan workshop. Subhanallah, terimakasih banyak kepada semua teman guru SAI atas doa, perhatian, bantuan dan setiap kebaikan yang telah diberikan. Jazakumullah khairan katsira. Semoga Allah senantiasa menjaga silahturahim ini agar senantiasa berkah dan harmonis. Amin.

Peserta disambut dengan permen selamat datang, Workshop dibuka dengan tilawah dari pak Fajar, MC oleh Bu Obi, dan kata sambutan dari Pak Novi selaku Litbang. Acara inti dimulai, Bunda Nina hadir 10 menit dari waktu yang sudah disiapkan.

Sambil materi terus berlanjut, kami mengecek konsumsi pagi. Subhanallah, ternyata ada nasi uduk, semur jengkol, tahu, telur balado, tempe orek, asinan betawi, emping lengkap dengan sambal kacangnya. Siapakah gerangan yang menyiapkan ini, karena tidak ada dalam rencana panitia? Oh, ternyata itu kejutan dari pengantin baru. Pak Bucho dan Bu Yuni.Terimakasih ya teman…

Di sesi pertama, Bunda Nina menjelaskan tentang pentingnya belajar IPS. IPS bukan sekedar hafalan tetapi juga melatih logika berfikir. Selain menjelaskan slide, beliau mengajak kami bermain serta mengajarkan lagu mata angin.

Games pertama dimulai. Bunda meminta peserta melihat peta. Kemudian setiap peserta mengambil gulungan kertas yang berisi nama propinsi atau ibu kotanya. Di lapangan sudah tersedia lima karton yang mewakili lima pulau besar yang ada di Indonesia dan letaknya sesuai dengan letak pulau-pulau tersebut di peta. Peserta membuka gulungan kertas dan menempatkan diri sesuai dengan propinsi atau ibu kotanya. Setelah semua posisi semua benar maka peserta diminta bertukar kertas dengan teman yang lain, kemudian berpindah posisi.

Games kedua, setiap peserta dibagikan kertas dan diminta untuk menuliskan satu kalimat yang menggunakan bahasa daerah. Peserta dengan bahasa daerah yang sama dijadikan satu kelompok.  Terbentuklah kelompok Jawa, Sunda, Aceh, Bengkulu, Padang, Palembang, dan Lampung. Kelompok yang anggotanya terbanyak adalah Jawa dan Sunda. Setiap kelompok menampilkan percakapan dari daerahnya. Kelompok Sunda menampilkan Pupuh Kinanti yang ditampilkan oleh pak Ramdan, Kelompok Jawa menampilkan perbedaan logat antara banyumasan oleh  Pak Adi dan logat Solo oleh pak Nunu. Kelompok Jakarta menampilkan percakapan dengan aksen Betawi dan  menampilkan lagu dari almarhum Benyamin S, yang isinya “Eh Abang pulang, bakul nasi goyang-goyang….”, yang dibawakan dengan apik oleh bu Maryam dan Pak Bucho.Kelompok Aceh menampilkan salam khas Aceh oleh pak Novi dan beberapa pantun oleh peserta lainnya. Kelompok Padang dan Bengkulu menampilkan pantun oleh Ms. Mimi dan  Bu Krisna. Kelompok Palembang dan Lampung, menampilkan percakapan oleh pak Daryanto dan Bu Aini. Dari games ini dapat dipelajari bahwa daerah yang berdekatan, bahasanya cenderung mirip.

Selanjutnya, kami dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan permen selamat datang dan masing-masing diberi nama benua. Setiap kelompok diberikan globe, atlas, tali rafia, kertas, selotip, dan gunting. Permainan Globe dan Atlas ini untuk membahas materi pembelajaran iklim, fungsi garis lintang, garis bujur dan iklim. Dalam permainan ini pak Novi bersedia berperan sebagai matahari. Kelompok yang sudah selesai mendapatkan reward dari Bunda berupa makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh seluruh anggota kelompok.

Alhamdulillah, peserta menikmati workshop IPS ini. Setelah itu, dilanjutkan dengan workshop tentang Taxonomi Bloom oleh Bapak Abdul Rachman, S.TP yang akrab dipanggil pak Abdul. Workshop dimulai dengan ice breaking. Peserta dikelompokkan berdasarkan level kelasnya dan diminta membuat pembelajaran dengan menggunakan Taxonomi Bloom (C1-C6), kemudian mempresentasikannya dalam bahasa Inggris. Workshop sesi kedua selesai jam 15.00.

Sebelum pulang kami menikmati siomay di sore hari. Alhamdulillah, selesai sudah workshop kali ini. Semoga ilmunya senantiasa bermanfaat dan penuh berkah. (dk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: