Pengalaman Pertama di P3M OTFA

OTFA sudah semakin dekat, tapi saya belum tahu akan diperbantukan di mana. Jadwal kegiatan di Litbang membuat saya tidak bisa fokus pada kegiatan OTFA. Bahkan, sepekan sebelum OTFA, saya harus ke Palembang untuk membantu pelatihan guru-guru di sana bersama pak Novi dan bu Chache. Baru kali ini saya merasa tidak total mengikuti kegiatan OTFA. Sediiih rasanya…

Akhirnya saya mendapat kepastian, bahwa saya membantu bu Uti di P3M. Haaaahhh, saya sempat kaget. Selama 12 kali ikut OTFA, baru kali inilah saya ditempatkan di P3M. Mudah-mudahan saya tetap bisa membantu.

Saya bersama bu Uti dan bu Diani merapikan sisa barang P3M yang akan dibawa hari Jum’at dan Senin. Pada saat keberangkatan OTFA, yaitu Selasa pagi, saya membantu bu Uti membagi antimo dan koyo untuk ditempelkan di pusar. Kemudian, kami berbagi tempat di tronton, sehingga semua anggota P3M berada di tronton yang berbeda.

Hari pertama OTFA, semua aman dan terkendali. Sebagian besar anak-anak sehat dan tidak turun hujan. Hari kedua, seolah menjadi agenda rutin OTFA, kami diguyur hujan. Tidak terlalu lebat, tapi cukup membuat basah tenda P3M. Tidak adanya plesit yang menutupi tenda P3M membuat air hujan yang turun, mengembun di langit-langit tenda dan jatuh membasahi tenda P3M. Wah, kami kebanjiran! Kami semua sibuk mengepel dan mengeringkan langit-langit dan alas tenda, serta mengamankan semua perlengkapan P3M termasuk instalasi lampu penerang tenda dari serbuan air yang menetes. Sementara, ‘tamu-tamu’ yang sakit mulai berdatangan. Waduh, sibuklah kami! Untuk sementara waktu, anak-anak yang sudah diperiksa, terpaksa kami pulangkan dulu ke tendanya masing-masing, sampai kondisi tenda P3M teratasi.

Alhamdulillah hujan mulai mereda. Kami berhasil mengeringkan tenda dan menata kembali tenda P3M. Setelah itu, ‘tamu-tamu’ kami kembali berdatangan : anak-anak, guru dan tim outbound. Seru juga. Malam harinya, teman-teman perlengkapan dan outbound membantu kami memasang terpal di atas tenda P3M agar air hujan tidak masuk.

Senang rasanya bisa merasakan pengalaman baru di P3M, membuat hidup saya di SAI semakin berwarna. Banyak belajar, sekaligus minta maaf kalau belum bisa banyak membantu. Tahun depan, saya di mana lagi ya? (dk).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: