SD 4 Shale-Coal ke Pengolahan Sampah

Oleh: Bu Hayu Handani (Fasilitator SD4)

 Tanggal 24 September 2012 yang lalu SD 4 berkunjung ke pengolahan sampah yang berada di Jalan Sadar, tak jauh dari sekolah. Kami menuju ke sana dengan berjalan kaki, begitu juga dengan kembalinya. Setelah sekitar lima belas menit berjalan kaki, kami mulai mencium aroma khas sampah, walaupun tidak terlalu menyengat. Para siswa pun mempercepat langkah mereka sambil berceloteh, “Oh, di sini tempatnya. Kalau ini mah aku sudah tahu.”

 sd4_wp_pengolahan_sampah1sd4_wp_pengolahan_sampah2sd4_wp_pengolahan_sampah3sd4_wp_pengolahan_sampah4sd4_wp_pengolahan_sampah5sd4_wp_pengolahan_sampah6sd4_wp_pengolahan_sampah7sd4_wp_pengolahan_sampah8

Sebelum memasuki pintu gerbang pengolahan sampah, para siswa berbaris dan  memasuki tempat tersebut dengan tertib. Di sana kami disambut penanggung jawab tempat itu, Pak Irwan. Sebelum menjelajahi tempat itu, Pak Irwan memberikan penjelasan secara umum tentang pentingnya pengolahan sampah. Alhamdulillah, para siswa bisa mendengarkan dengan seksama sehingga agenda kedua bisa segera dilaksanakan.

Di acara kedua, anak-anak dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok anak laki-laki mendapat giliran pertama untuk mencatat penjelasan tentang bagaimana sampah rumah tangga bisa menjadi pupuk kompos. Sedangkan kelompok anak perempuan makan snack terlebih dahulu. Kelompok anak laki-laki berjalan menuju tempat pemilahan sampah. Di sana sampah dipisahkan menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik (daun dan sampah dapur), sampah anorganik (plastik, botol, kertas), dan sampah yang akan dibakar. Sampah yang akan digunakan untuk bahan dasar kompos adalah sampah organik, sedangkan sampah anorganik dijual kembali.

Setelah itu mereka dibawa ke tempat pembuatan kompos. Pertama, sampah organik ditumpuk menjadi seperti sebuah bukit kecil sampah, kemudian sampah tersebut diberi air agar terjadi pembusukan. Untuk mempercepat proses pembusukan, sampah tersebut diaduk-aduk secara berkala. Setelah melalui proses pengadukan selama beberapa minggu, sampah tersebut sudah bisa masuk ke proses penyaringan. Pada proses ini diperlukan mesin penyaring sampah.

Pada proses ini, sampah tersebut sudah tidak berbau dan teksturnya pun berbeda jauh dengan sampah organik yang sering kita lihat. Hasilnya adalah pupuk kompos siap jual. Disamping itu dihasilkan pula sampah yang masih berbentuk. Sampah tersebut akan dikembalikan ke proses pengadukan. Kemudian akan mengalami proses penyaringan kembali. Secara sederhana seperti itulah proses pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.

Di sana kami diberi contoh hasil pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Sampah plastik dilelehkan sedemikian rupa sehingga menjadi bahan bakar cair, yang bila disulut api akan terbakar.

Setelah puas melihat-lihat, anak-anak mulai memesan pupuk kompos yang dijual di sana. Kemudian kami bersiap-siap pamit, setelah sebelumnya memberikan suvenir kenang-kenangan kepada Pak Irwan sebagai perwakilan tempat pengolahan sampah. Semoga kunjungan singkat ini memberikan makna dan motivasi pada para siswa dan guru agar lebih bisa memanfaatkan sampah di sekitar kita. (rn/dk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: