OTFA lagiiii

Oleh  : Tri Puji “Chache” Hindarsih *

 

Sukamantri, kami datang.

Wajah2 gembira menandai kondisi hati anak didik ketika sampai di lokasi OTFA kali ini.

Heran, memang mereka tidak memiliki rasa takut ya. Langsung berlarian menuruni dan mendaki bukit yang terdapat di lokasi. Tidak khawatir akan kotoran2 yg sudah pasti menempel pada baju kaos baru mereka. Selepas slodotan, kaos baru itu pun menjadi ‘berwarna’. Maafkan Ayah Bunda, lapangkan dada agar mereka dapat tetap dan selalu bermain dengan ceria. Ikhlas. Di sinilah ruang bermain mereka.

Makan dalam satu nampan bersama. Dalam kelompoknya yg memiliki nama2 khusus. Nama2 pahlawan dari daerah. Sultan Mahmud Badarudin II, Jendral Sudirman, Ratu Kamalat, Fatmawati, Sultanah Safiatuddinsyah.

Menimba pengetahuan dari alam, menempa kepribadian dari kerjasama dengan teman, menguatkan kebiasaan2 yg seharusnya terus tertanam dalam pribadi anak didik dan juga kami guru2 mereka.

OTFA selalu punya ‘nilai’. Nilai ‘berbagi’ dengan teman. Nilai ‘kerjasama’ tanpa perlu menonjolkan siapa yang telah berperan lebih banyak. Nilai ‘semangat’ tak putus asa. Dan niilai-nilai lain yang semakin menonjol ketika kita berada di alam bebas.

Pada Kelompok kecil, yang terdiri dari kelas SD1 dan SD2, kegembiraan senantiasa terpancar. Walaupun hujan besar melanda, kebocoran tenda sempat terjadi, sehingga kita perlu mengadakan acara Opera di Aula, wajah ceria itu selalu menyertai. Ah, betapa polosnya mereka. Aku menilai, ‘Benar, bahwa kecemasan itu hanya milik orang dewasa’. Kalaupun barang-barang mereka tercecer, kaos yang berubah warna, jaket yang kurang tebal, hanya sedikit sekali dari mereka yang terdengar mengeluh. Siapa yang sebenarnya harus berlatih untuk tidak mengeluh? Ya, kami, para guru yang ‘dewasa’ yang sudah membayangkan kecemasan. Ternyata hujan besar yang sebentar itu membentuk karakter kita untuk tidak mudah mengeluh.

Saya pribadi selalu berusaha men’taushiyah’ diri; ‘Mudahkanlah dirimu untuk membantu urusan orang lain/ temanmu, maka Alloh akan memudahkan urusanmu pada waktunya’. Akan terasa berat bila saat urusan itu tiba, kita juga sedang menghadapi urusan diri, atau kemalasan sedang menghinggapi. Tapi dengan kebersamaan, inilah yang senantiasa dilatih. Bangun! Pandanglah wajah saudaramu, betapa besar kebutuhannya untuk kita temani. Dengan dorongan ukhuwwah dan kebersamaan yang kuat, In Sya Alloh akan terasa ringanlah hati kita mengabulkan permohonannya.

Hikmah yang disampaikan oleh Umar bin Khattab RA, ‘Jangan engkau merasa bahwa engkau telah mengenal saudaramu dengan baik, jika engkau belum pernah makan bersama, melakukan perjalanan bersama, atau bermalam bersama’.

Terutama pada kelompok besar, hikmah tersebut semakin terasa. Buat semua anak didik dan juga kami para fasilitator OTFA kali ini. Waktu yang lebih lama, kondisi yang sudah lebih lelah, akan semakin memperlihatkan bagaimana sikap kita terhadap saudara2 dan teman2 kita.

Ketika malam terakhir, jelajah malam bagi kelompok besar akan dilakukan. Hujan besar kembali turun saat menjelang tengah malam itu. Acara Jelajah malam sedikit tertunda sepertinya. tapi melihat semangat guru, fasilitator juga anak didik yang ketika mencapai titik terakhir dengan penuh semangat, kegalauan kami menjadi hilang. Langsung bergegas mengambil bahan makanan untuk masak sarapan kelompok sendiri. Benar2 ujian berbagi dan berlapang dada terhadap teman satu kelompok, juga PAK nya.

Subhanalloh, OTFA selalu memberi sesuatu bagi kami, guru dan fasilitator. Dan kami berharap demikian juga untuk semua anak didik kami. Semogaaaa!!

Otfa1 Otfa2

 

*Co-Founder Sekolah Alam Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: