My Lovely Rexi is Fasting

By Debbie Rizka Amelia*

Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya’ban wa baligna Ramadhan
Ya Allah berkahilah kami di Bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami di Bulan Ramadhan
04.30 aku dikirimi short message oleh seorang ibu hebat,
“Bu doakan puasa Rexi lancar hari ini…”
Subhanallah , hari itu hari Senin, hari di mana Rasulullah biasa melakukan ibadah shaum.
Di antara keutamaan dan keberkahannya, bahwa pintu-pintu Surga dibuka pada dua hari yaitu Senin dan Kamis. Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Pintu-pintu Surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai,[Hadits Shahih Muslim]
“Amal-amal manusia diperiksa pada setip hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” [HR. At-Tirmidzi dan lainnya]
Tibalah aku di sekolah dan bertemu Rexi, layaknya anak lain Rexi aktif seperti biasa, tidak tampak padanya wajah mengeluh, yang tampak wajah ceria yang menyenangkan,
Rexi adalah anak SD 2 Samudra Raksa yang aktif, hobinya explorasi alam, cita-citanya menjadi adventurer, Ia ingin sekali mengunjungi Inggris dan ingin sekali bertemu dengan beruang kutub
Saat shaum pun Rexi aktif terlibat pada setiap kegiatan pembelajaran, membersihkan kelas dan folder pribadi pun dilakukannya,
free play diisi olehnya dengan bermain engkle (prmainan tradisional) di play ground berpasir  bersama Dias dan Adam.  Aku dan Alya hanya duduk di sekitar play ground sambil mengamati asyiknya permainan mereka.
Waktu makan siang pun tiba, Rexi tidak tampak di ‘dining room’ kelas kami.
 
Waktu snack siang, Rexi ada bersama kami di dining room, wajahnya masih riang dan tidak ada mengeluh,
ku bungkuskan snack siang miliknya hari itu, dan ku berikan padanya, sambil kuusap punggungnya, “Ini untuk Mas Rexi, di bawa pulang ya, untuk berbuka puasa, Bu Debbie boleh minta tolong tidak?” Ia menatap mataku. “Minta tolong apa?” jawabnya dengan suara khas Rexi, “Aku mau tahu alasan Rexi mau shaum sunnah, tapi pakai tulisan boleh? Ditulis di rumah, esok di bawa ya sholih.”
Ia mengangguk,
aku tanya kembali “Merepotkan tidak?” , ia kembali menatap mataku “Enggak” katanya lembut sambil tersenyum.
Keesokan paginya, di kelas, ia berlari ke arahku, membawa secarik kertas,
Subhanallah, tulisan tentang alasannya mengapa shaum sunnah.

 

Begini tulisannya:IMG-20130530-WA015
Day/date: Tuesday, 28th May 2013
1. Aku berpuasa karena mama ku puasa
2. Aku pengen puasa juga
3. Aku ingin makan sahur
4. Puasa itu bagus untuk kesehatan
5. Makanannya (sahur) enak
6. Rasulullah mencontohkan puasa sunnah
7. Papa pengen nemenin juga
 
Subhanallah semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan.
Jadi terinspirasi dari Rexi’s Family, bisa jadi tips / referensi menyiapkan anak berpuasa,
1. Anak akan meniru apa yang kita lakukan, termasuk shaum, Rexi menulis alasan ia shaum karena mamanya shaum,
2. Jika anak tahu ilmunya ataupun keuntungan dari sesuatu aktivitas maka dengan mudah ia akan melakukannya, contohnya Rexi tahu tentang keberkahan di saat sahur, puasa baik untuk kesehatan dan Rasulullah melakukannya, hal ini memudahkan dan menjadi motivasi Rexi shaum
3. Makanan sahur di buat menarik dan suasananya menyenangkan, apalagi di temenin papa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: