Menelusuri Jejak Para Pejuang..

Oleh: Dian Rosmala (Fasilitator Kelas SD 5 Inspire)

Sabtu, 22 September 2012 merupakan hari yang dinanti siswa-siswi SD 5 Inspire. Disambut dengan pagi yang cerah, pada pukul 07:00 kami berkumpul di pom bensin Sharpa. Jadwal keberangkatan yang semula pukul 07.30, akhirnya harus mundur setengah jam karena menunggu anak-anak yang belum datang. Sekitar pukul 08:00, perjalanan dimulai.

Ditemani empat orang guru kelas, Pak Fajar, Pak Dodi, Bu Dian, Bu Siti, dan Pak Kemal sebagai guru pendamping tambahan, bis kami meluncur meninggalkan pom bensin Sharpa, diiringi dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh pak Fajar. Hari Sabtu dipilih menjadi hari outing pertama kami, karena untuk menghindari kemacetan Jakarta. Maklum, museum-museum yang kami kunjungi terletak di pusat kota.

Menelusuri Jejak Pertama

Perjalanan cukup lancar. Tidak terasa tepat pukul 09.00 kami sampai di Museum Sumpah Pemuda. Di museum ini kami disambut oleh seorang tour guide, yang langsung membawa kami ke ruang pemutaran film dokumeter. Tour guide menceritakan bahwa museum Sumpah Pemuda ini dulu adalah rumah kos mahasiwa kedokteran STOVIA. Di Museum ini kami melihat teks lagu Indonesia, dengan syair berbeda dari yang biasa kita nyanyikan. Ada juga teks sumpah pemuda. Setelah asyik berkeliling dan mendengarkan penjelasan dari tour guide selama setengah jam, kami menyempatkan berfoto bersama di depan patung pahlawan.

Menelusuri Jejak Kedua

Kurang lebih 10 menit perjalanan, kami sampai di jejak kedua, Museum Naskah Proklamasi. Museum ini dulunya adalah Fakultas Kedokteran STOVIA, karenanya sering disebut museum STOVIA.

Begitu tiba, kami disambut oleh dua orang tour guide dan membagi kami menjadi 2 kelompok, laki-laki dan perempuan. Kelompok laki-laki terlebih dahulu menonton film dokumenter mengenai sejarah gedung STOVIA, dan yang perempuan berjalan keliling. Di museum ini terdapat perjalanan sejarah kedokteran Indonesia. Dari alat-alat kedokteran yang sederhana sampai yang biasa digunakan pada masa sekarang. Bahkan di salah satu ruangan terdapat sebuah kerangka manusia yang dulu digunakan untuk pembelajaran, dan berasal dari kerangka asli manusia. Wuuiihh…, sedikit bergidik melihatnya. Cukup puas kami berkeliling di museum yang luas ini. Kami melanjutkan perjalanan menelusuri jejak berikutnya.

Menelusuri Jejak Ketiga

GEDOENG JOENG 45, tulisan ini tertera cukup besar di atas gedung putih yang terlihat megah dari luar. Ya, Museum Gedung Juang 45, tidak jauh berbeda dengan museum lainnya. Di sini banyak berisi benda-benda bersejarah, dari seragam prajurit-prajurit perjuangan sampai tandu Panglima besar Jendral Sudirman. Tapi yang menarik dari Museum ini, kami bisa melihat bahkan menyentuh mobil kepresidenan RI yang pertama. Luar biasa rasanya, membayangkan mobil ini pernah dinaiki oleh mantan orang nomor satu di Indonesia. Setelah puas melihat-lihat, perjalanan kami di museum ini diakhiri dengan menonton film dokumenter.

Menelusuri Jejak keempat

Jejak terakhir yang kami kunjungi adalah Museum Naskah Proklamasi. Museum ini dulunya adalah rumah Laksamana Meida. Seorang laksamana dari Jepang yang berpihak pada pejuang Indonesia. Rumah berlantai dua ini menjadi saksi dibuatnya naskah proklamasi kemerdekaan. Di lantai satu terdapat ruangan-ruangan tempat naskah proklamasi dirumuskan dan diketik. Setelah berkeliling di lantai satu, kami diajak ke halaman belakang rumah. Ternyata di sana terdapat ruang bawah tanah. Kami turun untuk melihatnya. Ruangan ini tidak terlalu besar, hanya berukuran sekitar 3×1 meter. Konon awalnya, ruang bawah tanah ini terhubung langsung dengan rumah laksamana. Tapi lorong penghubung sudah ditutup. Rupanya kami terlalu lama di dalam ruang bawah tanah, karena harus bergiliran masuk ke dalam. Karena hari telah siang, kami langsung meninggalkan Museum Naskah Proklamasi tanpa sempat berkeliling ke lantai dua.

Akhir Sebuah Jejak

Setelah lelah seharian berkeliling, kami istirahat sejenak di Masjid Cut Mutia. Begitu tiba, kami langsung makan siang. Setelah makan, kami shalat Dzuhur secara bergiliran. Usai melepas penat kami kembali ke bis melanjutkan perjalanan ke sekolah. Perjalanan pulang sama lancarnya dengan keberangkatan kami. Begitu sampai di pom bensin Sharpa, banyak orang tua yang sudah menunggu untuk menjemput. Alhamdulillah, outing Museum SD 5 Inspire berjalan lancar. Semoga kita bisa banyak belajardari jejak-jejak sejarah yang ditinggalkan orang-orang hebat pada masanya. (dd/dk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: