DIALOG CINTA

fauzisai

oleh:Fauzi (Guru SD5 Sekolah Alam Indonesia)

Awal hidupku bertanya…
Siapa dia?


Teduh matanya memeluk sukma
Betapa eratnya
Membuatku semakin terasa nyata dan ada…
Siapa dia?

***

Telah lama kutunggu kehadiranmu
Anugerah terindah untukku dari Rabbmu
Duniaku kini terpusat padamu
Rentang ketakberhinggaan sakitku
Telah menjadi lalu

***

Ibuuu… aku mau permen
Aku mau mainan
Ingin rumah yang keren
Seperti yang dimiliki teman-teman
Agar aku bisa merasa lebih nyaman

***

Sabarlah, duhai buah hati…
Kali ini engkau mulai mengenal ‘rasa memiliki’
Bukan ibumu ini tak mengerti
Namun tahukah engkau kebahagiaan sejati?
Dia tidak terletak pada pelupuk materi

***

Ahhh… Aku benci dia!
Mengapa aturan diciptakan menjadi ada
Tiap jengkal tiap sudut tanpa cela
Tidakkah kau kenal masa?
Aku sedang membuka mata pada dunia!!

***

Khawatirku tak pernah enyah
Mungkin aku salah…
Dan ya… biarkanlah aku dianggap salah
Namun duhai permataku yang terindah
Aku selalu berharap masa depanmu cerah

***

Mama mama?
Siapakah gerangan ia?
Betapa mempesona
Aku jatuh cinta
Menginginkan dan mengangankannya!

***

Benarkah ia mulai mengenal cinta?
Pada tiap lapisan dengan variannya
Jika lengah ia membutakan… namun sedap dipandang mata
Hatimu kini mulai beralih padanya
Aku semakin menua tapi untukku, engkau tetaplah yang pertama

***

Maaf… aku tidak dapat bersama
Aku mulai berkeluarga
Mereka menjadi yang utama
Bagaimana kalau ibu kutitipkan pada mereka
Kamar nyaman, tempat indah dan fasilitas oke punya

***

Bukan itu anakku…
Bukan itu…
Apakah hatimu beku?
Ataukah engkau yang belum tahu?

Atau… sudah waktuku untuk berlalu…

***

Cinta…?
Apa itu cinta?
Aku hanya bisa terpukau! Terpana…
Tanpa pernah mengenalnya
Kini cinta… telah kembali kepadaNya…

Jika masih ada satu hari lagi untukku
Maka hanya satu…
Di antara seluruh langit, bumi dan segala isinya…
Inginku…
Bertemu kembali dengan cinta
Namun kusadari, cinta

Semestaku tak pernah sebanding dengan semesta cintamu…

“Robbighfirlii wa liwaalidayya wa(i)rhamhumaa kamaa Robbayaanii shoghiiro…”

Wallahu a’lam
Cipedak 08.00

#Hari Ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: