SD 2 Ringgit-Rupiah : OUTING JAM MATAHARI

outing jam matahari sai2

Semalaman anak – anak menginap di Sekolah, untuk mengamati bunga wijayakusuma. Dengan perasaan senang, mereka dapat merasakan pertama kali menginap di sekolah SAI yang baru. Itulah sebuah kesan yang mereka dapatkan, insyaallah tidak akan pernah lupa dalam benak mereka. Tepat pukul 03.30 WIB, anak – anak SD 2 sudah dibangunkan untuk mandi, persiapan outing. Sebagian dari anak – anak ada yang sangat mudah dibangunkan, sebagian lagi ada yang cukup sulit untuk dibangunkan. Tapi Alhamdulillah, semuanya dapat bangun dan mandi semuanya. Khusus untuk putri tidur dan mandi di WC ruang AVIKOM. Sedangkan untuk putra tidur di ruang guru dan mandi di WC ; KB, Belakang Dapur, Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3 dan Kelas 4. Alhamdulillah, semua siswa putra berjiwa berani pada pagi itu. Mudah – mudahan bangun dini hari (sebelum subuh) dan mandi pagi menjadi sebuah kebiasaan mereka dirumah.

Setelah mandi anak – anak bergegas mempersiapkan diri untuk outing kebandung, Alhamdulillah sebelum sholat subuh semuanya sudah siap. Adzan subuh berkumandang, kami semua sholat berjama’ah subuh di ruang guru. Setelah melaksanakan sholat subuh, anak – anak dimobilisasi menuju tempat parkir bis yang berada di depan jl. Pembangunan. Ketika sampai dilokasi kami mulai merasakan gelisah, karena sampai jam lima lewat bis perjalanan kami belum stand by. Seharusnya jam 05.00 bis harus Standby.

Waktu terus berjalan, kegelisahanpun semakin menjadi – jadi. Terutama saya, sebagai penanggungjawab kegiatan tersebut. Sebagian anak – anak semakin tidak sabar menunggu, sebagian mereka melihat terus jalan raya, melihat bis lain yang lewat. “Pak,,, pak,,, itu bisnya warna biru…” ungkap salah seorang anak. “Bukan,,, bis kita warnanya merah…”. Bahkan diantara mereka ada yang tertidur didepan etalase toko, tempat kami menunggu.

Pagi itu, para orang tua siswa SD2 mulai berdatangan. Saya terus menerus menelepon sopir bis, menanyakan posisi mereka. Memang, bisnya terjebak macet karena ada truk besar yang mogok di Cilandak KKO sehingga mereka sulit untuk bergerak, itu alasan yang saya terima dari sopir. Waktu sudah menunjukan pukul enam lewat, kepanikan kami sudah mulai memuncak. Namun, akhirnya bis merah mulai kelihatan juga. Anak – anak sudah bisa tersenyum lebar, karena kita tetap jadi outing ke Bandung. Semuanya bergegas menuju bis. Tapi kami mempunyai masalah selanjut, “Kita mau lewat mana pak?” ungkap sang sopir. “Lewat cilandak macet parah, kita dapat sampai TOL TB SIMATUPANG bisa 2 – 3 jam, jl. Moch. Kahfi 2 yang diteruskan ke Lenteng agung juga tidak bisa, ada toronton mogok”. Itulah salah satu percakapan kami dengan sopir dan salah satu orang tua siswa. Akhirnya kami memutuskan lewat depok, nanti masuk TOL CIJAGO. Bismillah, kami sepakat. Bis pun berjalan sesuai rencana yang disepakati dan Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami bisa sampai Bandung sesuai target waktu yang di rencanakan, tepat pukul 10.00.

Setiba di Kota Baru Parahyangan, anak – anak sudah bisa menyaksikan gedung jam matahari, “Pak … pak … itu, jam mataharinya… !”, ungkap salah seorang anak. Ketika kami sampai di loket pintu masuk, kami berjumpa dengan guru dan siswa SD 2 SAI Cabang Meruyung. Kebetulan. Akhirnya, kami masuk bersama. Anak – anak digabung, membuat barisan untuk mendapatkan pengarahan dari salah seorang pemandu.

Pemandu menjelaskan bahwa, jam matahari yang kami kunjungi ada dua macam. Yaitu Sundial (jam matahari) berbentuk vertical, yang tepat berada di atas depan kami berkumpul dengan ukuran cukup besar, dan Sundial horizontal yang dapat dilihat dari dalam gedung lantai 3. Beliau juga menjelaskan bahwa jam matahari terdiri dari beberapa bagian, yaitu ada yang disebut gnomon (penunjuk jam), bidang dial, garis waktu dan cahaya matahari yang menyinari gnomon sehingga dapat menghasilkan bayangan.

Kami pun, masuk ke dalam. Anak – anak mulai menyebar ke penjuru ruangan yang ada, untuk mengenal dan mencoba beragam alat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Disaat yang sama, secara bergiliran naik ke lantai 3 untuk menyaksikan kerja jam matahari horizontal. Yang konon, kata salah seorang pemandu, jam matahari tersebut merupakan terbesar di Asia Tenggara. Sebagian mereka ada yang berhasil menyaksikan bayangan gnomonnya, sebagian lagi sebaliknya. Karena pada siang itu, mataharinya nampak malu – malu, he..he,, kadang redup, kadang bersinar. Anak – anak sangat senang, apalagi mereka yang mencoba sepeda gantung. Sebagian ada yang takut, dibujuk beberapa kali, tetap tidak mau karena takut.

Tak terasa, kami sudah menghabiskan dua jam berada di dalam gedung. Saatnya kami makan siang. Kami makan siang di salah satu taman, yang lokasinya tepat di seberang gedung jam matahari. Setengah jam berlalu, waktunya kami untuk melaksanakan sholat dzuhur. Rencana selanjutkan, kami akan sholat di Masjid Kubus ( Masjid Jami’ Al Irsyad ). Tapi bis belum hadir menjemput kami di taman, masalah baru. Saya langsung menghubungi sopir bis, ternyata bisnya sedang menghadapi masalah dan sedang diperbaiki. “tunggu sebentar lagi, sampai jam satu”, ungkap sopir bis merah. Kamipun menunggu kembali. Sambil menunggu, anak – anak bermain di taman yang rumputnya hijau dan menyenangkan. Setelah sekian lama menunggu, saya memutuskan untuk mengecek bis tersebut. Alhamdulillah ada seorang bapak yang baik hati telah bersedia mengantar saya, dengan mobilnya, ke lokasi bis parkir. Ketika kami sampai, bis merah belum juga bisa jalan. Akhirnya kami menunggu kembali. alasan sopir, dia sedang menunggu rekannya yang sedang belanja, bagian bis yang akan diganti, ke Bandung bagian kota.

Saking lama menunggu, akhirnya kami sholat di Mushola Giant, dekat taman. Ibu guru sholat di taman. Tepat pukul 14.30 WIB, bis merah sudah datang untuk menjemput kami. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung pulang, dan tidak jadi mengunjungi Masjid Kubus. Karena jam 17.00 anak – anak harus sudah sampai di SAI.

Penulis : Muhtadin Yanto (Fasilitator SD2)

outing jam matahari sai muhtadin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: