Sesuatu Tentang Live In

DSC_0061
Pola Pendidikan terbaik yang saat ini masih berlaku adalah dengan merasakan dan melakukan secara langsung apa yang dibutuhkan. Karena diharapkan dengan interaksi secara intens dengan objek pembelajaran, mampu memberikan stimulus yang optimal terhadap semua panca indera yang dimiliki. Dan sejauh ini, konsep inilah yang masih dipahami Sekolah Alam Indonesia untuk selalu diterapkan dalam pembelajaran kesehariannya.

Setiap jenjang pendidikannya, Sekolah Alam Indonesia mempunyai karakter-karakter tersendiri yang khas untuk disentuhkan kepada siswanya. Misalkan level kelas 5 Sekolah Dasar, untuk tema adaptasi dan lingkungan hidup, mereka dituntut untuk melakukan pembelajaran langsung ke lokasinya di beberapa Taman Nasional di Indonesia seperti Taman Nasional Ujung Kulon,Taman Nasional Kerinci Seblat, dan sebagainya. Begitu juga untuk level kelas 8 Sekolah Lanjutan (Setaraf SMP), mereka melakukan pembelajaran langsung dengan metode magang di beberapa industri dan unit bisnis. Karena tema yang diusung di level ini adalah tentang kemandirian dan entrepreneurship. Dan dari semua metode pendekatan pembelajaran yang khas di tiap levelnya, ada keunikan tersendiri untuk level kelas 9 Sekolah Lanjutan, atau metode pembelajaran yang kita namakan dengan live in.

Live In, sampai saat ini mungkin masih dikatakan sebagai puncak dari metode pembelajaran di Sekolah Alam Indonesia. Karena pada tahap ini, kedewasaan dan kemandirian benar-benar dituntut untuk dikeluarkan lebih agar tercapainya tujuan yang diinginkan. Jikalau pernah mendengar dulu di televisi ada istilah live in, maka sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan yang Sekolah Alam Indonesia lakukan. Dimana para siswa akan ditempatkan di sebuah wilayah, dan diinapkan di rumah-rumah penduduk untuk merasakan dan melakukan aktivitas keseharian di daerahnya. Pada tahun 2014 ini, siswa siswi kelas 9 Sekolah Lanjutan yang berjumlah 30 orang, akan ditempatkan terpisah di 30 rumah yang berbeda dalam satu wilayah dengan karakteristiknya masing-masing. Semua ini dilakukan untuk mengeluarkan potensinya yang ada di diri anak.

Proses Live In ini berlangsung selama 9 hari terhitung dari tanggal 18 Oktober 2014 sampai tanggal 26 Oktober 2014. Terpisah dari orangtuanya, terpisah secara keseharian dengan teman-temannya, mereka semua akan “dipaksa” untuk berinteraksi dengan orang baru atau orangtua asuh yang baru. Aktivitas orangtua-orangtua asuh ini sudah disesuaikan dengan potensi-potensi yang ada di setiap anak kelas 9. Sehingga beberapa dari mereka tanpa sadar akan bisa mengaplikasikan potensi yang ada dalam dirinya untuk kebutuhan masyarakat sekitar. Karena salah satu tuntutan dalam program live in ini adalah tentang kebermanfaatan potensi dirinya bagi masyarakat di lingkungannya.

“Memang tidak kasihan yaa kalo untuk anak kelas 9 SMP itu dipisah sendiri dari keluarga dan teman-temannya?”
“Itu tidak merepotkan orangtua asuhnya yaa kalo anak-anak begitu disuruh tinggal dengan mereka?”

Beberapa pertanyaan ini kerap muncul dari orang-orang di luar Sekolah Alam Indonesia ketika mengetahui informasi tentang program Live In. Menyikapi pertanyaan-pertanyaan seperti ini, guru-guru Sekolah Alam Indonesia pun dengan tegas mengatakan bahwa program ini menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menantang bagi anak-anak. Bahkan kita menambahkan, kalau mereka di tempat Live In itu bukan untuk menyusahkan, namun untuk mempermudah aktivitas orangtua asuh. Mengingat kondisi rumah-rumah yang ditempatkan itu, bukanlah rumah-rumah yang kondusif dan nyaman. Kondisi serba keterbatasan dan kesederhanaan itu yang akan dirasakan oleh anak-anak. Karena dari keterbatasan dan kesederhanaan itulah seluruh potensi yang ada dalam diri itu bisa keluar. Bahkan jika dulu pernah terjadi, ada salah seorang anak yang ditempatkan di sebuah rumah yang belum ada penerangan, dengan keluarga yang anaknya mempunyai kebutuhan khusus. Tapi ternyata, karakter yang pada awalnya agak sulit bagi si anak, usai ditempatkan di lokasi tersebut, memberikan hasil yang lebih besar dari ekspektasi yang kita harapkan. Dan hasil-hasil serta proses seperti inilah yang selalu kita harapkan untuk didapatkan dalam program live in kelas 9.

Saat ini, siswa-siswi kelas 9 Sekolah Alam Indonesia sedang melaksanakan program live in di daerah Bandung (lokasi dirahasiakan-agar tidak ada kunjungan.^_^). Kami segenap komunitas Sekolah Alam Indonesia, berdoa agar pelaksanaan program tersebut bisa berjalan lancar dan mendapatkan proses serta hasil yang kita harapkan. Karena sekali lagi, dari titik inilah nanti mereka akan menyadari seluruh potensi-potensi yang telah digali selama di sekolah, bisa diterapkan. Dan dari titik inilah nanti mereka akan menyadari, bahwa akan ada tugas besar setelah mereka lulus nanti yang akan diabdikan bagi masyarakat sekitar. Dan dari titik inilah nanti mereka akan merasakan bahwa tanggung jawab negara ini, akan ada di tangan mereka kelak.

Bismillah..Do the Best guys..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: