Rindu berkebun

berkebunSD2 05Selama semester satu, anak-anak kami di SD 2 belum dapat melakukan kegiatan berkebun di sekolah. Terkadang, menjadi pertanyaan mereka kepada kami sebagai guru kelas SD 2. “Pak, kok kita tidak berkebun ?”, “Pak, berkebunnya kita mau nanam apa ?”. Jam berkebun mereka selama di semester satu hanya diisi dengan kegiatan jum’at bersih.

Memang, lahan sekolah di Cipedak tidak seluas lahan sekolah sebelumnya di Ciganjur. Sehingga, menjadi kendala tersendiri untuk melakukan kegiatan berkebun anak-anak. Dan tantangannya adalah bagaimana bisa melakukan kegiatan pembelajaran berkebun dengan lahan yang sangat terbatas.

Alhamdulillah tantangan tersebut bisa terjawab. Di semester 2 ini, tim Litbang sekolah sudah membuat program berkebun dengan konsep “Vertical Garden”. Lahan yang sempit, bisa dibuat untuk kegiatan berkebun beberapa kelas dengan lokasi yang sama. “Vertical Garden” berkonsep pada media tanam yang tersusun secara vertikal ke atas dengan dengan penyangganya.

Di Kelas 2, kami berkebun menanam sawi. Pekan ini, merupakan pekan kedua bagi anak-anak untuk kegiatan berkebun. Pekan lalu mereka sudah melakukan penyemaian biji sawi pada media yang telah disediakan. Kemudian disimpan di rumah kaca.

Sebelum berkebun, kami melakukan briefing terlebih dahulu terhadap anak-anak. Membacakan tata tertib berkebun, seperti memakai baju ayah, memakai sepatu boot, tertib ketika masuk area kebun dan mencuci tangan setelah kegiatan berkebun. Kemudian mendengarkan penjelasan dan arahan dari pak Asep yang akan membimbing mereka selama kegiatan berkebun.

Pekan ini, anak-anak melakukan penyiapan media tanam. Dalam satu kelas (24 anak) dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok diberikan talang yang cukup panjang sekitar 2 M. Kemudian mereka memasukkan media tanam (campuran tanah, kompos, sekam,dll) ke dalam talang tersebut, dengan menggunakan perkakas berkebun. Setelah itu, secara bersama-sama talang diletakkan oleh masing-masing kelompok pada rak penyangga yang telah disediakan.

Anak-anak sangat antusias, senang, bersemangat dan dapat bekerjasama dengan teman sekelompoknya. Mereka juga dapat belajar bagaimana cara menggunakan perkakas kebun seperti sendok dan cangkul kecil. Setelah selesai berkebun, mereka diingatkan untuk mencuci perkakas yang telah digunakan dan juga mencuci kedua tangan mereka.

Mudah-mudahan kegiatan berkebun pekan depan lebih menarik, dan terimakasih untuk tim Litbang yang telah memprogramkan kegiatan berkebun di sekolah.

Muhtadin Yanto (Fasilitator SD 2 Adh-Dhuha – Al-Lail)
Senin, 25 Januari 2016

One thought on “Rindu berkebun

  • January 29, 2016 at 13:23
    Permalink

    Alhamdulillah bisa berkebun lg. Apalagi kebunnya dg cara organik, tanpa pupuk kimia dan pestisida

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: