Outing Pulau Untung Jawa, Onrust, Cipir, Kelor dan Rambut

20160331025207Sore ini, Allah memberikan rahmatNya dengan cuaca yang cerah. Mendukung setiap kegiatan perjalanan kami.

Observasi Pulau Untung Jawa dengan keramahan sosial masyarakatnya membuat persinggahan kami menjadi lebih kenal dengan kondisi pulau.

Kemudian keindahan hutan mangrove yang rapat seperti shaff shalat memberikan ruang hidup bagi habitat yang ada. Kami mengenal adanya kelomang, biawak hingga kepiting warna warni. Dan diujung jalan canopy mangrove,kami disuguhkan dengan hembusan angin dengan irama musik deburan ombak menjadi satu harmoni nyata, musikalisasi alam berkah dari Tuhan, Allah swt.
20160331025234
Dan akhirnya semua aktivitas ditutup dengan Banana bud. Mantap tarikannya mantap pentalannya.

Hari ke-2

Semoga keselamatan terlimpah kepada kita semua juga anak-anak kita. Karena hari ini anak-anak sudah melewati setiap detik waktu perjalanan ibadah mengenal dirinya melalui ciptaanNya dan histori wajah masa lalu.

Wajah mentari hari ini seperti malu memancarkn sinarnya karena cerahnya wajah anak-anak yang bersemangat untuk mendpatkan ilmu. Langkah kaki mungil mereka melangkah menuju kapal untuk pulau Onrust, Cipir dan Kelor.

20160331024940Pulau Onrust. Pulau tak beristirahat (unrest) karena sejarahnya pulau ini adalah pulau kapal. Titian sejarah yang tertulis di setiap bangunan sisa2 bangsal haji, sebuah sejarah peradaban bangsa memberikan makna tersendiri bagi pembelajar sejati, SD 3.

Merapat ke Pulau Cipir, melihat peninggalan sisa2 bangunan rumah sakit untuk rombongan haji jamaah Indonesia. Melangkah memipir pinggir pantai dan menuju bekas jembatn yang menjorok ke laut meninggalkan sejarah pulau Cipir dan Onrust.

Benteng Martello, saksi sejarah. Pulau yang tak selebar daun kelor memberikan pemandangan eksotis. Sholat di pulau dan observasi sekaligus waktu untuk bermain bebas, lepas.

Hari ke-3

20160331024655Mengenal lebih dekat Pulau Rambut yang dekat dengan Untung Jawa. Pulau ribuan burung,pulau ribuan mangrove. Mengenal pulau ini membuat lebih mengenal diri sendiri,bahwa kita semua akan kembali ke asalnya. Seperti halnya burung-burung disini,mereka bertelur dan besar disini dan menyebar ke semua wilayah dan kembali lagi untuk berkembang biak.

Sayang lingkungan, sudah dibuktikan oleh kami dengan menanam mangrove. Walau derasnya hujan menerpa kami di dalam hutan, tidak membuat kami patah semangat. Tubuh kecil kami dengan tangan mungil, tetapi semangat tetap meraksasa…karena ini bukti untuk selamatkan bumi lebih dari 70 yang akan datang.

20160331032115Pesona laut tepi pantai pulau Rambut. Mengenalkan kami akan macam-macam ciptaanNya. Bulu Babi yang bahaya jadi sumber belajar buat kami. Sama halnya dengan asinnya air laut,bukti rasa ingin tahu yang besar akan semua ilmu yang ada.

Tapi,kami harus pulang. Kembali ke rumah. Menginternalisasi dan mencoba merealisasi semua ilmu yang kami dapat.

Selamat tinggal Untung Jawa, sampai ketemu lagi agar bisa belajar bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: