Sang Bunda dan Anaknya

Pernah pada suatu pagi seorang anak ingin membantu ibundanya memasak di dapur. Usianya baru saja menginjak delapan tahun. Tangan kecilnya mencoba mengambil pisau untuk memotong sayur mayur yang baru saja dicuci bundanya.

“Tidak nak. Baiknya, kamu bermain di luar bersama adikmu.” Kata sang bunda. “Biar bunda selesaikan pekerjaan di dapur.” Lanjutnya.

Sang anak menaatinya. Segera ia bermain bersama adiknya di luar.

Kejadiannya tidak sekali itu. Berulang-ulang hingga sang anak memilih bermain bersama adiknya manakala ibundanya sedang memasak. Sampai suatu hari sang anak menyodorkan hasil ulangan bahasa Indonesia.
Satu yang menggelitik hati sang bunda. Sebuah soal pilihan ganda tentang apa yang seharusnya anak lakukan manakala ibunya sedang memasak. Dinilai salah oleh gurunya karena sang anak memilih bermain bersama adik.

Sang bunda tersadarkan. Dipeluknya sang anak. Kemudian dengan berkata lembut, “Jawabanmu benar sayang. Gurumu tidak tahu apa yang terjadi di rumah kita. Biar saja walau cuma kita yang tahu.”

Sang anak tersenyum bahagia mendengar penjelasan bundanya.

@kang yudha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: