UN?? Cool Aja ^_^

Ujian Nasional (UN) yang biasa disiapkan mulai kelas 7 semester 1 di SMP Negeri, ‘hanya’ dipersiapkan 3 bulan (efektif) di SL Sekolah Alam Indonesia. Singkatnya waktu persiapan untuk UN ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru SL9. Mulailah kami membuat strategi dan program-program Sukses Ujian Kehidupan. Mengapa bukan sukses UN? Karena bagi kami, UN hanyalah 1 fase kehidupan yang harus dilewati maka lebih penting bagi kami membuat program untuk mempersiapkan diri melewati ujian yang lebih besar dibandingkan ‘hanya’ sekedar UN.

Bulan Januari menjadi bulan konsolidasi dan sosialisasi program-program tersebut kepada para siswa. Dimulai dengan Try Out 1 (TO 1) yang dilaksanakan pada pekan pertama masuk semester kedua. Suasana persiapan ujian pun mulai terasa. Bimbel intensif sebanyak 20 sesi harus diikuti setiap Senin dan Kamis. Program peningkatan ibadah yaumiyah tak lupa kami sepakati di kelas, seperti shaum sunnah, qiyamullail, tilawah, infaq/sedekah, shalat berjama’ah, dan lain-lain.

Hari pengumuman nilai TO selalu menjadi hari yang ‘penuh’ ekspresi di kelas 9. Ada yang senang, sedih, tertegun, dan lain sebagainya. Setelah pengumuman nilai TO, setiap anak diberikan waktu konsultasi dengan guru kelas untuk membuat kontrak belajar dan menentukan target nilai UN. Jika TO berikutnya tidak memenuhi target maka akan ada konsekuensi yang dijalankan. Atas dasar ini, setiap siswa terbiasa untuk mempunyai target yang jelas dan bertanggung jawab dalam menjalankan konsekuensinya.

Setiap hari, para siswa berlatih soal-soal UN dan mereview materi-materinya. Mulai semester kedua, jadwal pelajaran SL-9 pun dikhususkan. Drilling soal yang intensif membuat rasa bosan dan jenuh seringkali muncul. Untuk menyiasatinya, kami membuat jadwal khusus untuk free time pada setiap pekan. Biasanya pada waktu ini, kami isi dengan games low impact, futsal bareng, jalan bareng, sampai nonton bareng. Kegiatan ini bisa kami lakukan di dalam ataupun di luar rawakopi. Tujuannya agar para siswa kembali ‘fresh’. Film yang seringkali kami tonton bersama adalah Dragon Sakura. Di film ini diceritakan tentang perjuangan sekelompok murid yang ingin masuk Universitas Tokyo. Banyak pelajaran yang kami dapatkan dari film ini, baik bagi guru maupun siswa.

Selain program tersebut, program rutin lainnya yang dilakukan adalah mabit. Program mabit bertujuan untuk meningkatkan kekuatan ruhiyah dan rasa kekeluargaan di antara para siswa dan juga guru SL-9. Agenda yang selalu ada pada setiap mabit adalah refleksi. Ketika refleksi ini semua siswa menyampaikan perasaan dan harapannya. Kami semua belajar mendengarkan dan memperhatikan satu sama lain. Dengan begitu maka rasa empati, saling menyemangati, dan rasa kekeluargaan akan semakin kuat tercipta.
Berkat program mabit ini, kami sudah tak sungkan lagi untuk menasehati satu sama lain, memberikan semangat, bahkan menangis di depan teman yang lain. Bisa jadi tangisan penyesalan maupun tangisan terima kasih. Because we are family. Setiap selesai mabit, terasa ikatan kekeluargaan 9 Fortissmus semakin menguat.

Adalah suatu hal yang penting bagi seorang manusia, ketika dia sedang menghadapi ujian (apapun itu). Kehadiran orang-orang yang dipercaya dan yang dicintai menguatkan kepercayaan diri bahwa kami mampu untuk melewati ujian tersebut. Hal inilah yang kami bangun di kelas 9 Fortissmus selama ini. Dengan bekerjasama dengan para orang tua siswa, kami menggulirkan program-program SL 9 tersebut. Kami berharap kehadiran orang tua, guru, dan teman-teman yang senantiasa memberikan support, perhatian, dan nasehat menjadi kekuatan tersendiri bagi para siswa dalam menghadapi UN.

Setelah semua ikhtiar program di atas dan dikuatkan dengan doa yang senantiasa terucap dalam keseharian. Insya Allah, semua siswa SL-9 Fortissimus dapat melalui UN ini dengan baik. Mohon doa juga dari semua pembaca IFSA ya.

So, UN?? Cool aja ^_^

@Bu Ainun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: