Inspirasi dari Timur (Gelombang Pembelajar III)

_20160804_074503Sabar terhadap proses

Masyarakat Jepang terkenal sangat disiplin, berprilaku santun, dan taat aturan. Setidaknya yang dirasakan selama tujuh hari perjalanan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di Jepang baik di sekolah maupun di jalan-jalan termasuk stasiun dan shelter bus. Masyarakat percaya dengan proses. Sabar mengikuti setiap tahapan prosesnya. Mengikuti perkembangan pencapaiannya. Proses pencapaian target dalam belajar di sekolah. Proses dalam penyajian teh yang rumit. Proses kesabaran dalam antrian. Proses menjaga kebersihan di toilet walaupun di toilet umum. Penuh filosofi. Semuanya terpulang kepada pendidikan yang berkesinambungan antara sekolah dan rumah. Antara guru dan orang tua. Antara yang tua dan yang muda. Disiplin yang kuat dan kepercayaan terhadap proses membuahkan hasil prilaku santun dan taat aturan.

Bullying ada di mana-mana

Di tingkat anak-anak bullying tidak bisa dihindari. Perbedaan warna kulit. Perbedaan tinggi rendah. Perbedaan bekal makanan. Perbedaan berat ringan. Semuanya menjadi faktor yang menimbulkan terjadi bullying. Kuncinya ada di orang dewasa. Guru dan orang tua, juga masyarakat dewasa di sekitarnya. Seberapa besar orang dewasa menyikapinya. Menjadi perlu untuk selalu mengingatkan tindakan terpuji kepada anak-anak yang mem-bully dan menguatkan diri anak-anak yang di-bully dengan keberanian. Mengikuti beladiri untuk meningkatkan kepercayaan diri menjadi solusi positif.

Menghargai sejarah

Perjalanan dari museum-museum menunjukkan bangsa Jepang sangat menghargai sejarah. Cerita dari satu dekade ke dekade berikutnya sangat detil. Semua dapat divisulisasikan dengan amat lengkap. Bahkan cetakan buku-bukunya pada masa lalu sudah maju. Hal ini ditunjukkan dengan penggunakan teknik cetak tingkat tinggi. Menariknya masyarakat tidak dilenakan dengan masa lalu. Bangsa Jepang menumbuhkan kemampuan rakyatnya untuk terus eksplorasi ke masa depan. Teknologi robotnya yang terkenal cerdas setidaknya telah membuktikan kompetisi aktif terhadap teknologi baru.

@kang yudha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: