Tempayan Persembahan (Gelombang Pembelajar II)

Tempayan Persembahan (Gelombang Pembelajar II)

Ada tiga hal pelajaran penting dalam perjalanan edukasi ke Jepang, yaitu Model Sekolah, Perkembangan Islam, dan Eksplorasi Budaya.

Model sekolah di dapat dari kunjungan ke Tokiwa Matsu Gakuen (TK-SD-SMP-SMA), Tokyo Daigaku (perguruan tinggi terbaik di Tokyo), Waseda Daigaku (perguruan tinggi swasta favorit di Tokyo) dan Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT: SD-SMP-SMA). Selain itu juga dari hasil diskusi panjang dengan Ibu Miyashita, seorang tenaga sukarela Unesco PBB yang terkait dengan perkembangan pendidikan di Jepang. Diwarnai dengan kehadiran Ibu Retno, seorang ibu rumah tangga handal yang menikah dengan warga negara Jepang.

Perkembangan Islam di Tokyo dapat dikatakan tergantung dari pada pendatang. Umumnya pendatang dari negara muslim yang sedang terikat studi master dan doktoral mewarnai syiar Islam. Namun begitu mereka kembali ke tanah airnya masing-masing syiarnya melemah karena perkembangan Islam di kalangan pribumi termasuk yang sedikit. Ada empat tempat yang sempat dikunjungi, yaitu Darul Arqom, Tokyo Camii, Masjid Otsuka, dan Rumah Tahfidz. Perkembangan yang menggembirakan terlihat di Rumah Tahfidz. Pengurusnya sangat kooperatif sehingga banyak program dapat digulirkan disela kesibukan menuntut ilmu.

Eksplorasi Budaya Kota Tokyo menjadi pelengkap dari perjalanan edukasi di Jepang. Melihat Kuil Senso Ji di Asakusa, Kuil Meiji Jingu di Harajuku, Edo Museum di Tokyo, dan Rumah Tradisional di sekitar pegunungan Fuji seperti melihat peradaban Jepang masa lampau yang mewarnai perilaku positif di masa kini. Sementara ke Miraikan di Odaiba dan Museum Science Biology di Ueno seperti berkaca ke masa depan. Jepang menjadi penghubung dua magnet masa lampau dan masa depan. Eksplorasi nilai-nilai budaya dari diskusi dengan penduduk pribumi Jepang dan yang terlihat secara langsung, yaitu nilai Disiplin, Kerja Keras, dan Bertanggung Jawab. Ketiganya mengakar kuat di masyarakat Tokyo yang berlaku secara masif, tidak hanya dalam pemerintahan tetapi menyeluruh mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, juga masyarakat.

@kang yudha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: