Hujan Bulan Agustus

Seharusnya menjadi puncak kemarau. Paling tidak orang-orang akan berharap tetes pertama dari langit sebagai bentuk karunia Illahi untuk memberi basah pada bumi.

Tetes itu terjadi. Walau masih malu-malu. Matahari pagipun masih bisa mengintip karena jendela awan gelap belum tertutup benar.

Tetes hujan di pagi hari. Telah membuat macet di jalan-jalan. Mungkin juga bertepatan hari pertama minggu ini. Setiap pekerja melajukan motor mobilnya. Setiap pelajar tidak mau terlambat mengikuti upacara pagi.

Tetes hujan di pagi ini memang menjadi pelajaran berharga. Pelajaran agar lebih sigap. Lebih awal dari biasanya. Sehingga bisa ikut berjama’ah sholat Subuh di masjid dan bersegera berangkat ke tempat tujuan.

@kang yudha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: