Doa & Keyakinan (Bagian 1) – Oleh-oleh Outing SD 5 SAI Cibinong ke Ujung Kulon

Doa adalah senjata orang mukmin.
Keyakinan yang kuat kepada Allah sesuatu yang harus ada.
Allah sesuai prasangka hambaNya.

Saya belajar banyak dari outing ke Ujung Kulon. 3 peristiwa yang membuat saya semakin sadar.

Saat kami menetapkan tujuan outing. Kami mulai membangun mimpi bersama. Ikhtiar kami lakukan semaksimal mungkin. Doa yang tak pernah putus kami lantunkan.
Doa dari para guru, anak-anak dan orang tua. Kami pasrahkan semuanya kepada Allah.
Qodarullah, Allah ijinkan kami pergi ke Ujung Kulon.

#Hikmah 1
Sepekan sebelum berangkat, kami semakin rajin berpesan ke anak-anak untuk banyak berdoa dan jaga kesehatan.

Hati rasanya mencelos saat salah satu anak demam di sekolah. Ada rasa khawatir yang tak bisa dipungkiri. Tak ada cara lain kecuali meminta kepada sang Pemilik Jagat.

Pemantauan kami lakukan setiap hari.
Berita yang tak ingin kami terima harus diterima. Murid kami harus dirawat karena radang amandel dan typus. Cemas yang tak bisa ditutupi. Doa yang semakin diperkuat.

Alhamdulillah ahad sore, murid kami sudah boleh pulang. Syukur tak terhingga.
Toh galau tetap melanda. Diajak atau ditinggal? Kami masih bergelut dengan hati dan logika.
Padahal Ahad sore semua harus berkumpul kemudian bermalam di rumah salah satu murid dan senin dini hari berangkat menuju Ujung Kulon.

Berat rasanya untuk memutuskan segera. Semua ada resikonya. Kalau diajak, maka belum tentu si anak kuat. Semua hal bisa terjadi.
Kalau ditinggal, rasanya tak tega. Mengingat semua perjuangan yang sudah dilakukan, rasanya berat sekali. Buah simalakama. Keputusan sementara kami ambil. Ananda istirahat dulu tidak usah ikut bermalam. Setelah itu, kami kembali diskusi. Saya berinisiatif untuk bertanya kepada teman saya seorang dokter. Berapa lama untuk pemulihan gejala typus. Jawabannya 2 pekan. Kami langsung bertukar pandang. Akhirnya kami putuskan untuk tidak membawanya. Berat memang.

Menjelang Isya, telepon saya berdering. Ternyata wali sang anak menelepon saya. Saya serahkan kepada bapak kelasnya, sang pemimpin tombongan. Biarlah beliau yang menyampaikan.
Pembicaraan berlangsung. Ternyata hasilnya di luar dugaan. Sang wali mengijinkan anaknya ikut, dan sang pemimpin rombongan menyanggupi. Saya terpana sejenak. Ga salah denger nih?
Setelah memutuskan sambungan telepon, kami saling berpandangan. Sambil mengusap dahinya, teman saya berkata,”Duuh kok jadi gini sih bu.” Saya cuma bisa senyum pasrah. Kemudian saya bilang,”Ya sudah. Mungkin memang takdirnya ikut outing. Bismillah aja. Apa sih yang ga mungkin untuk Allah. Tinggal perbanyak doa dan menjaga anaknya.”
Kami perlu mengatur ulang strategi.
Bismillah, kami berangkat full team.

Jam 1.30 dini hari, murid saya diantar orang tuanya datang ke sekolah untuk bergabung dengan teman-temannya. Hanya rasa syukur yang kami panjatkan bahwa kami semua bisa hadir.
Semua perlengkapan sudah dibawa.
Dengan dilepas beberapa orang tua, kami berangkat menuju Ujung Kulon.
Saya tahu ada banyak doa yang mengantarkan kami. Kami harus memperkuat keyakinan kepada Allah. Semua ikhtiar kami lakukan untuk menjaga murid kami.

Alhamdulillah tsuma alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Walau tidak semua kegiatan diikuti, alhamdulillah murid kami sehat.
Ia bisa menikmati outingnya.
Allah mendengar doa kami.

Pertolongan Allah juga diberikan melalui tim guru yang solid. Guru Bahasa Inggris yang menjadi PAK (Pendamping Anak Kelompok) sungguh luar biasa. Beliau sangat telaten mengingatkan saat makan obat, memilih menu yang boleh dan menemani saat memang perlu pendampingan. Fasitator yang luar biasa.

Keyakinan yang kuat dan pikiran positif, mungkin itu yang membuat Allah menurunkan pertolongannya kepada kami. Tentu saja selain doa yang terus mengalir.

Tak ada kata lain selain pujian & syukur yang tak henti kepada Allah Yang Maha Pengasih.

Bersambung…

 

Dian Arifianti

Guru Kelas SD 5 Pengungkit

Sekolah Alam Indonesia Cibinong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: