Language Fair di SD 5 Pengungkit Sekolah Alam Indonesia Cibinong

Language Fair merupakan salah satu kegiatan rutin di Sekolah Alam Indonesia Cibinong (SAI Cibinong) yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pada tahun ajaran 2017/2018 Language Fair dilaksanakan pada semester satu tepatnya pada tanggal 18 November 2017. Ini merupakan kali kedua Language Fair diadakan di SAI Cibinong setelah acara serupa berlangsug pada tahun 2015 yang juga bertempat di halaman sekolah SAI Cibinong, Jl Cikaret No 47 Cibinong. Salah satu tujuan acara Language Fair ini adalah agar siswa SAI Cibinong bisa mengenal keberagaman bahasa dan budaya yang ada di seluruh penjuru dunia. Pada penyelenggaraan Language Fair kali ini, SD 5 Pengungkit memperoleh tema Negara Jepang. Selain Jepang kelas lain dari KB, TK hingga SD 4 mendapatkan tema negara-negara Indonesia, Italia, Belanda, Afrika Selatan, Arab Saudi, Brazil, dan Argentina.

Sekitar dua bulan sebelum acara berlangsung, seluruh siswa sudah mulai mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan acara ini. Mereka mulai berlatih salah satu tarian yang menjadi ciri khas negara yang akan mereka presentasikan. SD 5 Pengungkit berlatih dengan giat salah satu tarian Jepang yaitu tarian Soran Bushi. Anak-anak di dampingi guru kelas juga dengan giat mempersiapkan berbagai dekorasi yang akan dipajang di ruang kelas. Dua dekorasi yang paling menonjol dibuat oleh siswa SD 5 adalah gambar latar Gunung Fuji dan replika Tokyo Tower yang dibuat dari kertas kardus. Tentu saja seluruh siswa harus menghapal dan memahami beberapa kata dan kalimat dalam bahasa Jepang. Orang tua siswa (OTS) tidak ketinggalan ikut serta terlibat dalam persiapan acara Language Fair ini. OTS ikut sibuk dalam mempersiapkan kostum berupa baju Yukata. OTS juga harus mempersiapkan makanan, minuman dan souvenir khas Jepang yaitu tempura, ocha, gantungan kunci berbentuk kimono dan notes kecil berisi informasi budaya Jepang.

Pada hari Sabtu pagi, seluruh siswa, orang tua dan guru mulai berkumpul di halaman sekolah sejak jam 7 pagi. Ketika menuju ke ruang kelas SD 5 Pengungkit, jejeran bunga sakura telah menghiasi tangga dan pagar depan kelas. Berbagai hiasan dan informasi budaya dan bahasa jepang juga tergantung rapi di seluruh sudut kelas. Pernak-pernik yang berkaitan dengan jepang seperti pedang katana, pedang kendo, porselen yang indah, kipas angin menghiasi seluruh ruang kelas. Tidak ketinggalan sebuah TV layar lebar di tempatkan di salah satu sudut agar setiap pengunjung mendapatkan informasi audio visual tentang Jepang. Di bagian tengah, disediakan dua buah meja kecil dimana pengunjung nanti boleh menyantap hidangan khas Negeri Matahari Terbit.

Acara dimulai tepat jam 8 dengan diawali dengan rangkaian acara ‘Cibi Got Talent’. Acara ini berbentuk performance dari masing-masing kelas dari kelas kelompok bermain (KB) hingga SD 5. Mereka menampilkan tarian dari negara-negara yang menjadi tema mereka masing-masing. SD 5 Pengungkit menampilkan salah satu tarian dari Negeri Sakura yaitu tarian Soran Bushi. Acara ini dihadiri juga oleh seorang Native Speaker dari Italia, ternyata beliau sudah lancar berbahasa Indonesia sehingga beliau menyampaikan sambutan dalam Bahasa Indonesia. Setelah acara performance selesai, seluruh siswa berkelompok bersama teman-teman satu kelas berkeliling mengunjungi kelas-kelas yang lain. Tentu saja mereka harus memakai ‘Passport’ agar bisa masuk ke salah satu ‘Negara’. Setelah passport diberi stempel negara tersebut, mereka bisa mencicipi makanan khas negara dari kelas yang dikunjungi dan mendapatkan berbagai souvenir yang unik dari negara-negara dari lima benua. Tentu saja OTS ikut berkeliling mengunjungi setiap kelas dan ikut belajar tentang berbagai budaya dan bahasa dari berbagai penjuru dunia. Pada akhir acara, diumumkan pemenang acara Cibi Got Talent. Meski SD 5 Pengungkit tidak berhasil menjadi Best of The Best, namun SD 5 meraih gelar Best Coreography.

Language Fair ini merupakan salah satu acara yang menjadi ciri khas Sekolah Alam Indonesia. Dengan mengikuti acara ini, siswa-siswi mendapatkan wawasan yang sangat luas tentang beragam budaya dari berbagai belahan bumi. Anak-anak juga semakin memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena bisa tampil di atas panggung, mempersembahkan tarian dari negara lain. Kreatifitas anak juga terus dirangsang dengan bekerjasama menyajikan dekorasi di dalam kelas sesuai dengan tema sebuah negara yang mungkin baru mereka dengar namanya. Bagi OTS, acara ini semakin mempererat persaudaraan mereka di dalam jalinan komunitas Sekolah Alam. Tentu saja OTS ikut belajar tentang budaya dan bahasa berbagai negara. Dan yang terpenting mereka bisa menyaksikan putra-putrinya tampil percaya diri di atas panggung yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap orang tua.

Farid Rifaie

OTS SD 5 Pengungkit

Tim Marcomm SAI Cibinong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: