SAI BUSI Palembang

Melejit Dalam Usia Muda
 Oleh: Admi Dyah Setyaningsih
(Project Manager SAI BUSI Palembang)

Sejarah berdirinya SAI Bukit Siguntang bermula dari keinginan beberapa keinginan beberapa orang tua untuk mendirikan sekolah alam di Palembang. Setelah meninjau SAI di Ciganjur dan merasa cocok dengan konsep sekolah alam serta melalui komunikasi yang intens dengan SAI Ciganjur, akhirnya mereka mendirikan Sekolah Alam Indonesia Bukit Siguntang tahun 2011.

SAI BUSI menempati lokasi seluas 5000 m2 di jalan Putri Kembang Dadar. Dalam usianya yang baru setahun, pengelola sekolah sudah membuka 9 kelas untuk seluruh jenjang preschool dan sekolah dasar, yaitu kelas KB, TK A, TK B dan SD kelas 1-6. Jumlah seluruh siswa saat ini adalah 50 anak. Mereka menempati dua saung tingkat dan tiga saung kecil. Fasilitas lainnya juga relatif sudah lengkap, yaitu sebuah rumah yang dipakai untuk kantor, ruang guru, perpustakaan dan dapur. Fasilitas outdoor-nya terdiri dari lapangan bola, empang, kebun, bak pasir, kandang kelinci, rumah pohon, playground, ayunan tali, saung tunggu, tempat parkir motor, kamar untuk penjaga sekolah, satu kamar mandi guru, dua kamar mandi anak, dua buah kran wudhu. Kedepan, direncanakan akan menambah ruang kelas, UKS, pemindahan ruang guru, ruang kepala sekolah/direktur, mushola/aula dan menambah kamar mandi anak dan kran wudhu.

SAI BUSI sekarang sudah memiliki guru KB-TK sebanyak 3 orang dan guru SD sebanyak 6 orang. Sementara guru bidang studi ada empat orang yang terdiri dari guru bahasa inggris, guru Al-Qur’an, guru bahasa arab dan guru berkebun. Insya Allah jumlah guru dan murid masih akan terus berkembang. Saat ini kepala sekolah masih merangkap guru kelas. Tenaga lainnya adalah karyawan bagian keuangan, tenaga administrasi merangkap humas, penjaga sekolah dan karyawan bagian pengembangan sekolah. Tahun ajaran ini Bu Aning bergabung di SAI BUSI sebagai Project Manager.

Dengan lahan yang cukup luas, sekolah bisa menyediakan lahan berkebun yang juga cukup luas dan juga sudah menghasilkan beberapa buah dan sayur. Saat ini, hampir semua pohon sedang berbuah semua. Ada pepaya, mangga, sirsak dan pisang. Subhanallah, senang sekali melihatnya. Sebagian tanah sekolah yang berupa rawa akan ditanami padi, jagung, terong, timun, singkong dan masih ada yang lainnya. Wah, pokoknya enak banget deh! Puas berkebun…

Yang menjadi tantangan SAI BUSI Palembang adalah bagaimana memahamkan konsep SAI kepada guru-guru yang tergolong masih sangat muda, memastikan dan mengawasi aplikasi pembelajaran di lapangan, kegiatan outing dan melatih para guru untuk tetap konsisten menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak didik. Selain itu perlu dilakukan pembenahan dan penerapan system agar sesuai dengan yang ada di Ciganjur. Yang juga tak kalah penting adalah bagaimana menyeragamkan knsep komunitas di antara orang tua lama dan baru, memahamkan konsep kontribusi atau dukungan orang tua terhadap kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Namun, di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi, ada satu hal yang membesarkan hati, yaitu adanya semangat yang besar dari para orang tua dan guru untuk mengembangkan sekolah ke arah yang lebih baik. Pihak yayasan sangat kooperatif dengan para guru di sekolah. Banyak ide yang masih bias di eksplorasi. Beberapa rencana pengembangan, akan segera dilakukan, diantaranya melakukan rekrutment siswa baru dengan melakukan strategi open house, memasang iklan dan spanduk, serta mengisi talk show pendidikan di radio, mewujudkan “Rumah Qur’an” dan membentuk usaha guru. Mohon doa restu dari seluruh komunitas SAI agar semua mimpi ini bias kami raih. Amin.

[pb_builder]