SAI Cibinong

Semangat Di Tengah Keterbatasan
Oleh: Dian Arifianti
(Kepala SAI Cabang Cibinong)

Tahun ajaran 2012/2013, berdiri Sekolah Alam Indonesia di Cibinong. Lokasinya persis di pinggir jalan Raya Cikaret No. 35. Luas lahannya sekitar 2000 m2. Saung kami terletak di balik.bangunan rumah, sehingga tidak nampak dari luar. Saung yang agak.tersembunyi membuat kami terhindar dari kebisingan lalu lalangnya mobil.yang melintas.

Pemilihan Cibinong sebagai salah satu cabang SAI adalah pengembangan konsep SAI di wilayah Bogor. Wilayah Bogor cukup luas, namun untuk ekspansi awal dipilihlah daerah Cibinong. Sampai saat ini SAI Cibinong baru mempunyai 6 murid yang terbagi dari kelas KB sampai TK B. Hal ini mengingatkan saya pada saat Sekolah Alam Indonesia pertama kali berdiri. Muridnya masih sedikit, terbagi di kelas KB dan SD 1. Namun dalam perjalanan setahun, muridnya terus bertambah menjadi berkali lipat. Kami optimis, Insya SAI Cibinong Allah hal ini juga akan terjadi di SAI Cibinong. Amin.
Sebagai Kepala SAI Cibinong, saya dibantu eh 3 guru kelas. Setelah Idul Fitri, Insya Allah ada tenaga kebun yang membantu, karena kegiatan berkebun sudah akan dimulai. Sementara untuk kebersihan sekolah yang tidak terlalu luas, kami masih bisa bahu membahu melakukannya.

Pertemuan orang tua dan guru untuk pemaparan lesson plan sudah kami lakukan pada hari Sabtu, 21 Juli 2012. Kegiatan ini lebih cepat seminggu dibandingkan di Ciganjur untuk mengantisipasi program latihan berpuasa siswa selama bulan Ramadhan. Alhamdulillah, pada pertemuan perdana ini, semua orang tua datang bersama pasangannya. Hadir empat pasang orang tua karena dua dari orang tua tersebut memiliki dua anak yang bersekolah di SAI Cibinong. Sebelum pemaparan lesson plan oleh guru kelas, semua berkumpul dalam satu ruangan untuk pemaparan sekolah secara umum oleh saya selaku .Kepala Sekolah.
Alhamdulillah semua orang tua menerima keadaan sekolah yang masih sangat sederhana. Kami baru mempunyai perpustakaan mini yang bergabung dengan ruang kantor. Rencananya dalam waktu dekat akan dibangun playground, bak pasir dan perapihan kebun. Semua berharap setelah Ramadhan, suasana sekolah akan semakin meriah. Ketika kami memandang sekolah, terbersit ide untuk membuat taman dan kolam kecil di dekat saung kelas, supaya suasana sekitar kelas jadi lebih asri. Rencananya kami sendiri yang akan melakukannya. Bantu doa ya supaya semua ini terwujud.

Tantangan terbesar saat ini adalah menambah jumlah murid dalam waktu dekat. Setelah Ramadhan kami berencana akan melakukan marketing di perumahan sekitar. Sebenarnya hal ini sudah kami lakukan, termasuk meminta bantuan orang tua untuk memasang spanduk. Jumlah murid yang masih sedikit tidak menyurutkan semangat dan tekad saya serta para guru untuk melakukan yang terbaik untuk SAI Cibinong. Kami yakin dan bersungguh-sungguh pada saatnya nanti Allah akan memberikan kami murid yang lebih banyak. Amin.

Setiap hari kami selalu berusaha untuk datang jam 07:10 untuk melakukan briefing pagi selama kurang lebih 10 menit, untuk memastikan bahwa semua guru siap mengajar hari itu. Alhamdulillah, sampai saat ini briefing bisa kami lakukan. Ada salah seorang murid KB, Bagir namanya, yang selalu tiba di sekolah jam 07:30. Terlalu pagi untuk anak KB, namun Bagir selalu bangun pagi dan ingin berangkat bersama kedua kakaknya yang sudah SD dan SMP. Suatu hari kami telat, sehingga ketika Bagir tiba kami masih melakukan briefing pagi. Bagir memilih menunggu sekitar 5 menit sampai kami selesai briefing sebelum masuk ke perpustakaan mencari buku kegemarannya. Salah satu komentarnya yang membuat saya terharu. ” Wah, bukunya banyak banget”. Buku-buku yang menurut kami belumlah banyak bila dibandingkan Ciganjur, ternyata buat seorang Bagir sudah cikup banyak.
Hal yang sangat membahagiakan dan terus menjadi bara semangat kami adalah semangat dan kehadiran anak-anak ke sekolah. Jumlah yang sedikit tidak membuat mereka malas ke sekolah. Alhamdulillah, guru-guru berhasil menularkan semangatnya terhadap murid-murid. Komentar yang sering saya dengar di Ciganjur, kembali saya dengar di Cibinong. Salah satu murid saya yang bernama Ammar berulang kali berkata, “Mas Ammar senang sekolah di sini karena setiap hari bermain”. Ammar mempunyai trauma, karena di sekolah sebelumnya pada saat berusia dua tahun, pernah dimarahi gurunya karena makannya berantakan. Setelah itu Ammar pindah sekolah beberapa kali sampai akhirnya tidak mau sekolah.

Secara keseluruhan, anggota SAI Cibinong sampai saat ini 10 orang. Kelas KB Rumput mempunyai 2 murid yaitu Bagir dan Najma dengan fasilitator Bu Khilma. Kelas TK A Padi diisi oleh Bilal dan Raissa dengan fasilitator Bu Dian. Sementara kelas terbesar di SAI Cibinong yaitu TK B Tebu dengan murid Hakim dan Ammar serta fasilitator Pak Ilham. Sementara ini guru Al-Qur’an masih depegang oleh guru kelas. Awalnya kami khawatir murid-murid KB dan TK A tidak mau bermain bersama teman sekelasnya, karena satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Tapi ternyata tidak menjadi masalah untuk anak-anak. Semua murid laki-laki sangat senang bergerak, sehingga ketika kami bermain lempar bola bersama, mereka sangat bersemangat. Sementara murid perempuan masih malu-malu.

Sampai saat ini, SAI Cibinong fokus mengembangkan KB TK karena lahannya tidak terlalu luas. Sementara SD akan dibuka pada tahun ajaran berikutnya. Lahan yang kurang luas pada saat ini belum menjadi masalah untuk jumlah anak yang masih sedikit. Ketika melakukan kegiatan bersama, anak-anak semakin bersemangat. Sama seperti anak SAI pada umumnya, mereka tidak mau segera pulang setelah usai sekolah. Walau halaman tidak luas dan belum ada playground mereka selalu punya cara untuk bermain di sekolah. Khas anak SAI.

Kami selalu berharap dengan semua dukungan dari guru dan orang tua, SAI Cibinong akan berkembang pesat. Mimpi kami, jika saat ada orang tua yang berfikir untuk mencarikan anaknya sekolah yang berbeda dan berkualitas di daerah Cibinong, maka SAI Cibinong akan menjadi alternatif pertama yang akan mereka pilih. Amiin Allahumma Aamiin.

[pb_builder]