Sejarah SAI

Sekolah Alam INDONESIA merupakan sekolah alam PERTAMA yang muncul di Indonesia. Didirikan pada tahun 1998, dengan sebuah nama SEKOLAH ALAM dan bertempat di Jalan Damai, Ciganjur, Jakarta Selatan. Sekolah ini dimulai hanya dengan 8 orang murid, yakni 5 orang di Playgroup dan 3 orang di SD, dengan didampingi oleh 6 orang guru, dimana 3 guru adalah guru Playgroup, 2 guru adalah guru SD dan satu orang adalah guru Iqra`/tahfidz.

Pada tahun 2001, lokasi Sekolah Alam ini berpindah menuju Jalan Anda Nomor 7X, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan di atas lahan sewaan seluas 7.200 m2. Dimana di tempat ini, hanya diperuntukkan untuk kelas preschool sampai dengan Sekolah Dasar (SD) kelas 4.

Seiring perkembangan konsep pendidikan yang ada di Indonesia, maka pada tahun 2004, Sekolah Alam menerapkan kelas inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus yang digabungkan bersamaan dengan kelas reguler. Dimana untuk siswa berkebutuhan khusus ini, mempunyai kuota maksimal sebanyak dua orang untuk tiap kelas dan didampingi oleh satu orang shadow teacher.

Pada saat yang sama pula di tahun 2004, sekolah alam ini mengubah namanya menjadi SEKOLAH ALAM INDONESIA karena melihat perkembangan sekolah alam yang mulai bermunculan di seluruh Indonesia.

Melihat pertumbuhan dan kebutuhan pendidikan berkelanjutan, maka pada tahun 2005, Sekolah Alam Indonesia mendirikan jenjang berikutnya yang dinamakan SEKOLAH LANJUTAN (SL) yang setaraf dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) jika di sekolah umum. Bertempat di Jl. Rawa Kopi, Pangkalan Jati, Limo, Depok dengan luas lahan mencapai 8.000 m2, lokasi ini hanya diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas besar yang terdiri dari tingkat Sekolah Dasar (kelas 5 – 6) dan tingkat Sekolah Lanjutan (kelas 7 – 9). Adanya pemisahan kelas besar dan kelas kecil ini dilakukan untuk memaksimalkan program pembelajaran bagi siswa kelas besar untuk persiapan memasuki masa aqil baligh mereka. Meskipun adanya pemisahan lokasi, hal-hal terkait dengan manajemen dan konsep pendidikan tetap menginduk ke KAMPUS SEKOLAH ALAM INDONESIA.

Terhitung sejak tahun 2010, Sekolah Alam Indonesia menerapkan tagline “School of Leading Generation” untuk menandakan tujuan sekolah ini dalam penciptaan generasi Indonesia yang terbaik dalam sisi akhlak, kepemimpinan dan budaya ilmiah.

Pada Bulan Februari 2010, sebuah berita menghebohkan muncul di hampir semua stasiun televisi, portal berita, dan media cetak nasional di Jakarta (bahkan salah satunya menempatkannya sebagai headline news). Sejumlah media elektronik di daerah juga turut menyadur berita tersebut. Berita itu tak lain tentang membludaknya jumlah orangtua yang antre untuk mendapatkan formulir pendaftaran di Sekolah Alam Indonesia (SAI). Antrean menjadi tidak lazim karena terjadi semalam sebelum formulir dibagikan. Ratusan orangtua rela menginap di halaman parkir sekolah. Waktu pengambilan formulir dijadwalkan dimulai pukul 7:30, Sabtu 6 Februari 2010. Namun, yang terjadi, sejumlah calon orangtua murid sudah mulai berdatangan dan membuat antrean sejak Jumat 5, Februari 2010, pukul 15:30.

Melihat fenomena yang terjadi di Sekolah Alam Indonesia dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan pendidikan yang ada, maka pada tahun 2011, kampus ini melakukan perluasan wilayah dengan mendirikan cabang di beberapa lokasi, yakni Studio Alam (Depok), Meruyung (Depok), Cibinong (Bogor), Bukit Siguntang (Palembang), dan JAC (Bengkulu). Mengingat adanya batasan untuk sebuah konsep pendidikan Sekolah Alam Indonesia terkait jumlah murid dalam suatu lokasi, maka tuntutan perluasan ini menjadi sebuah kebutuhan untuk menjawab keinginan masyarakat Indonesia di beberapa wilayah.

Di tahun yang sama (2011), Kampus Sekolah Alam Indonesia meningkatkan kebutuhan pendidikannya dengan mendirikan SAI BLESS. Tingkat ini didirikan karena adanya pemikiran bahwa pendidikan bukanlah sebuah penjenjangan namun sebuah pemecahan masalah bagi kehidupan.

Tepat di Bulan November 2013, Sekolah Alam Indonesia memindahkan lokasi pusat menuju Jalan Pembangunan Nomor 51, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Akhirnya setelah 15 tahun Sekolah Alam Indonesia menempati lahan sewa di Ciganjur, kampus Sekolah Alam Indonesia memiliki lahan yang telah dibeli sendiri dengan semangat kebersamaan dan kerjasama komunitas (Guru, orangtua, murid dan masyarakat).

Hingga saat ini, Sekolah Alam Indonesia tengah menjalankan konsep pendidikan umur 4 tahun (Preschool) hingga umur 18 tahun (SAI BLESS) dan memiliki cabang sebanyak 6 sekolah (Studio Alam, Meruyung, Cibinong, Palembang, Bengkulu dan Sukabumi) dengan jumlah murid kurang lebih sebanyak 500 anak.